Anies Ibarat Petarung Tak Kenal Takut saat Dipanggil KPK

Beda Sikap Usai Diperiksa KPK, Anies Baswedan Tenang sedangkan 2 Politisi PDIP Pilih Kabur dari Wartawan

MediaPerjuangan.com – Sikap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menunjukkan seorang pemimpin sebenarnya.

Tak seperti kebanyakan pejabat yang langsung pergi usai diperiksa KPK, Anies justru tenang menghampiri awak media yang telah menunggunya.

“Petarung tak takut menghadapi apa pun,” ujar penggiat sosial, Geisz Chalifah diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (22/9).

Menurut Komisaris Utama PT Taman Impian Jaya Ancol ini, sikap Anies ini justru menarik simpati berbagai kalangan.

Baca juga: Beda Sikap Usai Diperiksa KPK, Anies Baswedan Tenang sedangkan 2 Politisi PDIP Pilih Kabur dari Wartawan

“KPK memanggilnya, wartawan berkumpul, dia tak lari namun menghampiri memberi keterangan dengan jelas,” lanjut Geisz.

Saat berada di Gedung Merah Putih KPK, orang nomor satu di ibukota itu juga tampak tenang dan tak henti-hentinya menebar senyuman.

“Kaum OD (otak dangkal) jungkir balik meratap di gorong-gorong. Situasi terbalik dari yang diharapkan,” sindir Geisz Chalifah.

Anies diperiksa KPK pada Selasa (21/9) dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Eks Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

Tak sendiri, Anies diperiksa bersama dengan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Namun berbeda dengan Anies yang mau memberikan keterangan kepada publik, Pras justru ngibrit tanpa memberikan keterangan kepada media yang sudah menunggunya.

Sumber: RMOL

Disomasi Luhut soal Tudingan Main Tambang di Papua, Haris Azhar Tak Gentar: Apapun Resikonya

Luhut Tuntut Haris Azhar dan Fatia Maulida Bayar Ganti Rugi Rp 100 M

Luhut Polisikan Haris Azhar dan Fatia, Usman Hamid: Tak Etis Pejabat Gugat Warganya

Luhut Polisikan Haris Azhar dan Fatia, Usman Hamid: Tak Etis Pejabat Gugat Warganya