Aturan New Normal! Pengusaha Harus Beri Karyawan Vitamin C

Menkes mengeluarkan keputusan menteri mengharuskan para pengusaha memberikan karyawan vitamin C. Foto: Pixabay

MediaPerjuangan.com – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi untuk memulai new normal dan menjaga roda perekonomian.

Panduan ini diterbitkan dengan tujuan memutus rantai penularan Covid-19. Disebutkan juga dalam aturan jika ada pekerja yang harus tetap bekerja selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka pekerja juga harus mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja.

“Pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu dan sebagainya untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C,” ujar Terawan dalam KMK tersebut dikutip Minggu (24/5/2020)

Selain itu, manajemen harus membentuk tim penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas kesehatan yang diperkuat dengan surat keputusan dari pimpinan tempat kerja.

Pimpinan atau pemberi kerja juga harus memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus yang dicurigai COVID-19 yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak nafas.

Pemberi kerja diharapkan tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma. Pemberi kerja juga harus mengatur bekerja dari rumah atau work from home.

Di tempat kerja harus memperhatikan protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19.

Harus diatur juga waktu kerja yang tidak terlalu panjang atau lembur yang mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

“Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malah hingga pagi hari). Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja terutama berusia kurang dari 50 tahun,” imbuhnya.

Pemberi kerja harus memberikan fasilitas diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.
  2. Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.
  3. Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir).
  4. Menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift.
  5. Memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.

Physical Distancing dan Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Physical distancing harus diterapkan dalam semua aktifitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin.

Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja seperti endorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.

Sumber: Detik Finance

Bagaimana tanggapan dari para pembaca? Silakan tinggal

Arab Saudi Memborong Saham Perusahaan Besar

Ditengah Pandemi, Arab Saudi Memborong Saham Perusahaan-Perusahaan Besar

Dampak Corona! 15 Persen buruh Terkena PHK dan 3,8 Persen Diantaranya Tanpa Pesangon

Dampak Corona! 15 Persen Buruh Terkena PHK dan 3,8 Persen Tak Terima Pesangon