Bilik Disinfektan Apakah Perlu

MediaPerjuangan.com — Banyak saat ini merebaknya bilik diinfektan. Kemarin ada yang minta aku tulis bilik disinfektan. Coba kita paparkan yuk.

Disinfektan dan Efek Sampingnya Pada Manusia

Disinfeksi adalah proses menghilangkan semua mikroorganisme, kecuali beberapa endospora bakterial dari objek/benda mati dengan merebus, menguapkan atau memakai disinfektan kimiawi. Sedangkan yang dimaksud sterilisasi adalah proses menghilangkan semua mikroorganisme (bakteria, virus, fungi dan parasit) termasuk endospora menggunakan uap tekanan tinggi (otoklaf), panas kering (oven), sterilisasi kimiawi, atau radiasi pada objek/benda mati.

Disinfektan kimia yang lazim dipakai di antaranya:

  1. Klorin 0,05% – 0,5% diperuntukan untuk pembersihan permukaan lingkungan
  2. Peroksida (H2O2) 0,5-1,4% untuk ruangan rawat dan 2% untuk permukaan kamar operasi, sedangkan 5-35% (dry mist) untuk udara.
  3. Alkohol 96%

Bahan-bahan tersebut tidak diperuntukkan untuk manusia, jika manusia terpapar langsung dapat menimbulkan berbagai risiko dari ringan sampai dengan berat.

Baca juga: Daftar Produk Rumah Tangga Ini Bisa Dijadikan Disinfektan

Peroksida terbukti bisa menyebabkan iritasi ringan sampai berat pada mata dan jalan napas (pneumonia iritasi jika konsentrasinya lebih dari sama dengan 10%), iritasi pada kulit ringan sampai dengan berat (seperti terbakar), iritasi menyerupai pseudomembranous colitis (3% hydrogen peroxide). Konsentrasi aman peroksida bagi lingkungan manusia adalah 1 bagian peroksida dalam 1 juta udara (1 ppm) pada tempat kerja dalam kurun waktu 8 jam perhari atau 40 jam perminggu.

Sedangkan alkohol konsentrasi lingkungan bila terhirup juga dapat menyebabkan iritasi mukosa, gangguan ringan sampai dengan berat seperti iritasi mata, jalan napas, nausea, vomiting, dizzines, takikardi, hipotensi dan lainnya.

Klorin terbukti iritan dan korosif, jika terhirup dapat menimbulkan iritasi membran mukosa mata, jalan napas dan kulit bahkan gangguan sistemik.

Prinsip Transmisi Infeksi

Virus Corona penyebab COVID-19 untuk hidup, berkembang biak dan menginfeksi membutuhkan host/inang/tumpangan yakni manusia dan menyerang organ yang memiliki reseptor spesifik yakni epitel jalan napas (di duga saluran cerna), maka dengan sifatnya tersebut virus akan mati cepat atau lambat di luar inangnya.

Transmisi virus terjadi melalui :

  1. Droplet (bersin, batuk, bicara), maka cara yang efektif adalah menjaga jarak lebih dari 1 meter (social distancing), etika batuk dan bersin serta praktek kebersihan tangan
  2. Kontak melalui lingkungan yang tercemar dengan droplet pasien, maka cara yang efektif adalah praktek kebersihan tangan dan tidak menyentuh area wajah, serta disinfeksi permukaan dengan disinfektan yang sesuai
  3. Airborne, melalui tindakan yang dapat menimbulkan aerosol seperti intubasi, bronchoscopy, tindakan swab nasopharinx dan lain-lain, cara pencegahannya dengan APD yang sesuai dan kewaspadaan universal

Kesimpulan

Pemakaian bilik disinfektan tidaklah efektif dan efisiens dalam mencegah transmisi virus corona COVID-19 dan perpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia

Rujukan:
PMK no 27/2017 tentang PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
https://www.atsdr.cdc.gov/toxfaqs/tfacts174.pdf
https://www.cdc.gov/infectioncontrol/guidelines/disinfection

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *