Demokrasi Dilemahkan, Demokrat: Kritik Mural Diburu, Harun Masiku Bebas Gentayangan

Menghapus Mural Kritik Jokowi Menguatkan Karakter Rezim Otoriter
Mural mirip Jokowi dengan tulisan "404: Not Found" dihapus oleh aparat/Net

MediaPerjuangan.com – Pelemahan demokrasi Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo seperti dalam laporan The Economist sejalan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Belakangan, pemerintah bersikap intimidatif dan represif terhadap ekspresi rakyat yang kritis.

“Rakyat memberikan kritik melalui mural saja malah kemudian diburu,” kata Jurubicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/8).

Belum lagi intimidasi terhadap pihak-pihak yang kritis kepada pemerintah, berupa peretasan akun media sosial, doxing, maupun serangan buzzer secara terorganisir juga masif terjadi di era Jokowi.

Makin miris, fakta tersebut diperparah dengan lemahnya penegakan hukum.

Sebut saja buronan kasus dugaan korupsi yang juga bekas politisi PDIP, Harun Masiku hingga kini tak jelas keberadaannya.

“Rakyat memberikan kritik diburu, Harun Masiku masih bebas bergentayangan,” sesalnya.

Lebih lanjut, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat ini berharap Presiden Jokowi segera mengevaluasi pemerintahannya. Sehingga, demokrasi di Tanah Air segera membaik sepeda sediakala.

“Kita berharap Jokowi di sisa jabatannya benar-benar memiliki komitmen melakukan koreksi total agar demokrasi Indonesia bisa kembali membaik dan memiliki nama baik di dunia internasional,” pungkasnya.

Sumber: RMOL

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Gatot Sebut Korupsi Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Orde Baru

PDIP dan PSI Diyakini akan Ditinggalkan Rakyat jika Nekat Interpelasi Anies Baswedan

PDIP dan PSI Diyakini akan Ditinggalkan Rakyat jika Nekat Interpelasi Anies Baswedan