Dengar Kabar 1.771 WNA Masuk Indonesia, Rusly Moti: Apa Maksudnya Dengan Kebijakan Pelarangan?

Dengar Kabar 1.771 WNA Masuk Indonesia, Rusly Moti: Apa Maksudnya Dengan Kebijakan Pelarangan?

MediaPerjuangan.com – Kabar masuknya Warga Negara Asing (WNA) di masa penutupan akses lalu lintas orang dari luar negeri per 1-14 Januari membuat tercengang Aktivis Haris Rusly Moti.

Dalam akun Twitternya, @motizenchannel, dia mengaku heran dengan fakta yang tidak sesuai dengan kebijakan yang diambil pemerinta dalam rangka mencegah penyebaran varian baru virus Covid-19 di Indonesia.

Dalam cuitannya tersebut, Rusly juga memposting berita media nasional yang berjudul “1 Januari 2021, 1.771 Penumpang WNA Tiba di Bandara Soekarno Hatta”.

Dalam berita tersebut terdapat keterangan pihak Bandara Soekarno-Hatta yang menyebut kedatangan orang dari luar negeri bukan hanya dari kalangan WNA, melainkan juga dari Warga Negara Indoensia (WNI).

Namun, Rusly menyoroti terkait kedatangan 1.771 WNA. Dia menyampaikan pertanyaannya kepada pemerintah atas kejadian tersebut.

“Sobat, 1 Januari 2021 ada 1.771 penumpang WNA tiba di Bandara Soekarno Hatta. Apa maksudnya dengan kebijakan pelarangan WNA masuk RI mulai 1 Januari – 14 Januari 2021?” demikian Haris Rusly Moty.

Pelarangan WNA yang diputuskan pemerintah pada pekan akhir bulan Desember 2020 lalu dituangkan di dalam Surat Edaran (SE) Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 No. 4/2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam beleid tersebut ditekankan, WNA dilarang masuk ke Indoensia sejak tanggal 1-14 Januari 2021, untuk menghindari sebaran varian baru virus Covid-19 yang sudah menyebar di sejumlah negara tetangga. (RMOL)

Publik Puas Dengan Kerja Jokowi, Rachland Nashidik: Alhamdulillah Pak, Dinasti Politik Dan Utang Meroket Disukai Rakyat

Rachland Nashidik: Sejak Melek Politik Baru Kini Saya Dengar Maklumat Kapolri, Membatasi Hak Asasi?

Disarankan Kubur Mimpinya Jadi Capres, Gibran Harus Belajar Politik Sebagai Walikota Solo

Disarankan Kubur Mimpinya Jadi Capres, Gibran Harus Belajar Politik Sebagai Walikota Solo