Didepak dari KPK, Novel Baswedan Anggap Risiko Pemberantas Korupsi

Penyidik KPK Novel Baswedan

MediaPerjuangan.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, mengaku sudah mengetahui dirinya akan dipecat pada 30 September 2021. Menurut Novel, hal tersebut merupakan risiko yang harus ia terima sebagai penegak hukum dalam memberantas rasuah.

Novel menyebut, kerja pemberantasan korupsi seperti yang dia geluti, memiliki banyak musuh. Tetapi dengan kesadaran penuh, dia mengaku mengambil jalan itu untuk bangsa dan negara.

“Kami sadar memberantas korupsi musuhnya berat, lawannya banyak, demi kepentingan bangsa dan negara maka kami mengambil jalan itu. Kami akan selalu sampaikan bahwa setiap langkah yang kami lakukan, kami sadar dengan segala risikonya dan kami akan berbuat sebaik-baiknya,” kata Novel kepada awak media, Kamis 16 September 2021.

Kendati begitu, Novel menyayangkan tindakan pimpinan KPK yang dianggapnya sebagai pembangkangan terhadap hukum. Sebab, rekomendasi dari Ombudsman RI dan Komnas HAM menyatakan proses tes wawasan kebangsaan melanggar aturan. Rekomendasi tersebut telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Menurut Novel, meski Mahkamah Konstitusi menyatakan TWK konstitusional, namun dalam implementasinya, TWK tidak boleh melawan hukum, sewenang-wenang maupun dilakukan dengan maladministrasi.

“Jadi saya kira permasalahan ini menunjukkan satu diantaranya pimpinan KPK menunjukkan seperti berani melawan hukum. Ini tentunya saya sebagai lebih dari 20 tahun sebagai penegak hukum sedih. Coba kita bisa bayangkan,” kata Novel.

Novel menyebut dirinya dan rekan-rekannya yang akan dipecat, sudah memperjuangkan hak sebagai pegawai. Setidaknya, lanjut dia, sejarah akan mencatat ia dan pegawai lainnya pernah berjuang dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

“Setidaknya sejarah akan mencatat kami berbuat baik. Kalau pun ternyata negara memilih atau pimpinan KPK dibiarkan untuk tidak dikoreksi perilakunya melanggar hukum, masalahnya bukan karena kami,” imbuhnya.

Diketahui, sebanyak 56 pegawai KPK yang gagal dalam TWK akan dipecat dengan hormat dalam waktu dekat. Mereka hanya bekerja sampai 30 September 2021. Salah satu yang dipecat yakni Penyidik senior Novel Baswedan.

KPK mengakui ada pegawai yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) yang ditawarkan bekerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun KPK berdalih bahwa hal itu berdasarkan permintaan pegawai yang bersangkutan.

Sumber: Viva

Bagi BPIP, Sikap Letjen Dudung Abdurachman Justru Harus Dimiliki Setiap Insan di Tanah Air

Bagi BPIP, Sikap Letjen Dudung Abdurachman Justru Harus Dimiliki Setiap Insan di Tanah Air

PKS Beri Sinyal Duet Anies-Sandi di Pilpres 2024

PKS Beri Sinyal Duet Anies-Sandi di Pilpres 2024