Dua Menteri Pelesiran Di Tengah Pandemi, Relawan Jokowi: Segera Mengundurkan Diri, Dan Layak Untuk Dicopot

Dua Menteri Pelesiran Di Tengah Pandemi, Relawan Jokowi: Segera Mengundurkan Diri, Dan Layak Untuk Dicopot

MediaPerjuangan.com – Dua pembantu Presiden Jokowi, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Perdagangan M. Lutfi pelesiran ke Amerika Serikat.

Dalam foto dan video yang beredar di media sosial, keduanya tampak sumringah dan tidak mengenakan masker. Bahlil dan Lutfi juga ditemani Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H. Maming, dan mantan anggota DPR Demokrat, Michael Wattimena.

Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer mengatakan, perilaku Bahlil dan Lutfi tersebut tidak memiliki moral lantaran tidak memiliki empati sedikitpun terhadap negara yang saat ini tengah bertarung melawan pandemi Covid-19.

“Jokowi Mania minta menteri yang jalan-jalan keluar negeri untuk segera mengundurkan diri, dan layak untuk dicopot dari jabatannya. Jauhkan Jokowi dari para brutus-brutus yang rendah moral,” ucap Immanuel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/7).

Kedua menteri tersebut dikabarkan tengah mencari investor asing di Amerika Serikat. Namun, Immanuel mengatakan hal tersebut hanyalah alasan semata.

“Apanya yang mau diinvestasi kondisi lagi pandemi begini,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut Immanuel, seluruh pembantu Presiden Jokowi berada di dalam negeri untuk bekerja menghadapi Covid-19, bukan malah jalan-jalan ke luar negeri.

“Semua menteri harus di rumah dong, di republiknya, ngapain dia jalan-jalan keluar negeri, ketawa-ketawa enggak pake masker. Di sisi lain rakyat direpresif gara-gara enggak pake masker, ditindak diberi sanksi,” katanya.

“Mereka ini contoh pejabat yang sangat tidak bermoral, dan mereka harus mengundurkan diri, atau tidak segera dicopot,” ucap Immanuel melanjutkan.

Sumber: RMOL

Tokoh Nasional Dr. Rizal Ramli

Rizal Ramli: Wow, Anggaran Sudah Rp 1.032 T, Kok Covid-19 Malah Terus Meningkat?

Pernyataan Risma Merendahkan Papua Bukan Sikap Seorang Negarawan

Pernyataan Risma Merendahkan Papua Bukan Sikap Seorang Negarawan