Edhy Prabowo Dan 3 Tersangka Suap Benur Tetap Nginap Di Rutan KPK Hingga 22 Februari

KPK Mulai Dalami Pemberian Uang Rp 1.800 Per Ekor Dari Eksportir Benih Lobster Kepada Edhy Prabowo

MediaPerjuangan.com – Masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo diperpanjang hingga 30 hari ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, perpanjangan massa penahanan terhitung sejak Minggu (24/1) hingga 22 Februari 2021.

“Untuk melengkapi berkas perkara di tingkat penyidikan, tim penyidik KPK memperpanjang masa penahanan,” ujar Ali kepada wartawan, Jumat (22/1).

Selain Edhy, penyidik juga memperpanjang massa penahanan terhadap tiga orang tersangka lainnya.

Yaitu, Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Siswadi (SWD) selaku pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), dan Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Edhy.

“Ditahan di Rutan Merah Putih KPK,” pungkas Ali.

Dalam perkara dugaan suap izin ekspor benih lobster, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Ketujuhnya adalah, Edhy Prabowo, Safri (SAF), Andreau Pribadi Misata (APM) selaku Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence).

Selanjutnya, Siswadi (SWD), Ainul Faqih (AF), dan Amiril Mukminin (AM) selaku swasta, serta Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) yang juga pihak pemberi suap kepada Edhy.

Sumber: RMOL

Visi Presisi Listyo Sigit Diyakini Akan Buat Polri Lebih Humanis

Visi Presisi Listyo Sigit Diyakini Akan Buat Polri Lebih Humanis

Moeldoko: Khusus Menteri, Jika Terpapar Covid-19 Diperbolehkan Tidak Umumkan ke Publik