Gatot Sebut Korupsi Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Orde Baru

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

MediaPerjuangan.com – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menilai kehidupan bangsa dan negara di RI saat ini menunjukkan adanya distorsi dan disorientasi. Menurutnya, kehidupan nasional saat ini jauh dari nilai dasar dan cita-cita nasional.

“Sejak tahun lalu sesungguhnya telah disampaikan dalam maklumat KAMI bahwa perkembangan terakhir perjalanan kehidupan bangsa dan negara menunjukkan adanya distorsi dan disorientasi kehidupan nasional dan nilai dasar dan cita-cita nasional,” kata Gatot, seperti dikutip dalam video di akun Instagramnya, Kamis (19/8/2021).

Gatot bahkan menyebut penegakan hukum di Indonesia kian memburuk. Dia lantas mengatakan korupsi saat ini lebih buruk dibandingkan di era orde baru.

“Faktanya pembentukan dan penegakan hukum di Indonesia dalam kondisi yang sangat buruk, korupsi merejalela melebihi orde baru, ketimpangan sosial demikian terasa, perekonomian dalam kondisi memprihatinkan meskipun dikatakan mengalami pertumbuhan tapi realitasnya banyak orang susah mempertahankan hidup secara layak,” ujarnya.

Salah satu pendiri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengatakan apa yang dituntut olehnya sangat relevan bahkan jauh lebih buruk.

Dia menilai berbagai persoalan yang kian rumit masih terjadi di Indonesia.

“Sementara kita tahu penanganan pandemi tidak menunjukkan perbaikan bahkan tidak jelas, singkatnya 8 tuntutan KAMI yang disampaikan setahun lalu terbukti dan tidak hanya masih relevan tapi menunjukkan kondisi yang lebih buruk dan lebih parah,” ujarnya.

“Singkatnya, pemerintah hingga hari ini masih meninggalkan berbagai persoalan sangat rumit dan berat dan perlu penyelesaian secara serius dan butuh dukungan dari seluruh komponen masyarakat,” lanjut Gatot.

Sumber: Detik

Survei Capres Kalangan TNI: Jenderal Gatot Nurmantyo Juara

Dianggap Kelompok Berbahaya, Gatot Nurmantyo: KAMI Perjuangkan Sepenuhnya Demi Rakyat

Menghapus Mural Kritik Jokowi Menguatkan Karakter Rezim Otoriter

Demokrasi Dilemahkan, Demokrat: Kritik Mural Diburu, Harun Masiku Bebas Gentayangan