Hari Ini, KPK Panggil 6 Saksi Untuk Tersangka Edhy Prabowo

KPK Mulai Dalami Pemberian Uang Rp 1.800 Per Ekor Dari Eksportir Benih Lobster Kepada Edhy Prabowo

MediaPerjuangan.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam orang saksi kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster pada hari ini, Senin (8/2).

Saksi yang diagendakan diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan adalah Alvin Nugraha selaku Direktur Pemasaran PT Berdikari (Persero), Syamsyudin selaku karyawan swasta.

Selanjutnya, Mohammad Hekal selaku wiraswasta, Lies Herminingsih selaku notaris, Yusuf Agustinus selaku karyawan swasta, dan Alex Wijaya selaku pimpinan BNI Cabang Cibinong.

“Para saksi dipanggil untuk diminta keterangannya untuk tersangka EP (Edhy Prabowo)” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Senin (8/2).

Pada perkembangan perkara ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah menyelesaikan menyusun berkas perkara untuk tersangka Suharjito (SJT) selaku pelaku pemberi suap ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (4/2).

Suharjito merupakan pemilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) yang didakwa dengan dakwaan pertama Pasal 5 Ayat 1 huruf a UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP atau dakwaan kedua Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Ketujuhnya ialah, Edhy Prabowo (EP), Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Andreau Pribadi Misata (APM) selaku Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence).

Selanjutnya, Siswadi (SWD) selaku pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Edhy, Amiril Mukminin (AM) selaku swasta, dan Suharjito (SJT).

Sumber: RMOL

Tak Banyak Belajar Tangani Banjir Semarang, Dedi Kurnia: Bisa Saja Prestasi Ganjar Hanya Berkutat Di Medsos

Tak Banyak Belajar Tangani Banjir Semarang, Dedi Kurnia: Bisa Saja Prestasi Ganjar Hanya Berkutat Di Medsos

Korupsi Meningkat Dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi, Nasir Djamil: Ini Pukulan Telak!

Korupsi Meningkat Dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi, Nasir Djamil: Ini Pukulan Telak!