Ini yang Membuat Mensos Juliari Batubara Dibekuk KPK

Kemensos Juliari Batubara

MediaPerjuangan.com – Berita mengejutkan kembali datang dari KPK. Kali ini KPK membekuk Mensos Juliari Batubara karena kasus penerimaan hadiah terkait bantuan sosial Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

KPK mengungkapkan ada 272 kasus yang terendus oleh pihaknya terkait suap bantuan sosial ini.

Alur Kasus Bansos Covid-19

“Diawali adanya pengadaan Bansos penanganan COVID-19 (virus korona) berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan 2 periode,” ucap Ketua KPK, Firli Bahuri di Gedung KPK, Minggu, 6 Desember 2020 seperti dikutip dari Viva.co.id.

Kemudian Juliari menunjuk Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyuni (AW) untuk menjadi pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial. Keduanya pula yang ditugaskan untuk memegang proyek paket sembako yang kemudian menunjuk beberapa perusahaan rekanan.

Pada setiap rekanan memiliki kesapakatan fee dengan Matheus dan Adi, kemudian disepakati fee Rp. 10ribu setiap satu paket sembako yang akan disalurkan ke masyarakat. Harga paket sembako senilai Rp 300ribu.

Diduga ada penerimaan hadiah sebesar Rp 12miliar pada periode pertama. Kemudian uang dibagikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi senilai Rp 8,2miliar.

Pembagian tersebut diketahui juga oleh orang kepercayaan Mensos tersebut Shelvy dan Eko yang kemudian dibelanjakan untuk kepentingan pribadi.

Hal ini pun terjadi kembali pada periode kedua dari Oktober hingga Desember 2020.

KPK mencatat pengumpulan uang senilai Rp 8,8miliar yang diduga akan kembali dibelanjakan oleh Juliari untuk keperluan pribadi. Sebagaimana diketahui terdapat lima tersangka dalam kasus pemberian hadiah Bansos penanganan Covid-19 ini.

Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Penjara, Ini Penjelasan Jaksa

Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Penjara, Ini Penjelasan Jaksa

Misteri Benua Antartika! Ada Lubang Besar Yang Dikelilingi Es Tebal