Jerry Massie: Menkumham Orang PDIP, Apakah Menguntungkan AHY?

Sibuk Dengarkan Rakyat, Alasan Anak Buah Jokowi Belum Usulkan Revisi UU ITE
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly berada di lobi seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu (10/1). Yasonna Laoly diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi KTP elektronik dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota Komisi II DPR untuk tersangka Anang Sugiana Sugihardjo. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/18.

MediaPerjuangan.com – Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) Jerry Massie menilai, saat ini posisi sulit tengah dialami Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jika dilihat dari perspektif historis partai politik.

“Berkaca dari kasus PPP, PKB, bahkan Golkar yang mana saat terjadi dualisme justru yang diuntungkan si penggugat, bukan tergugat,” kata Jerry, Sabtu (13/3).

Kini, dikatakan Jerry, dualisme Partai Demokrat, ada di tangan Menkumham Yasonna Laoly. Terlepas dari jabatan Yasonna, Jerry justru melihat unsur parpol yang melekat di Yasonna.

“Yang mana Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly merupakan kader banteng moncong putih,” tambahnya.

“Justru itu decision maker atau pembuat keputusannya ada di tangan mereka, apakah akan dianulir gugatan kubu AHY ataukah akan menolak gugatan kubu KLB Sumut,” pungkas Jerry.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman angkat bicara mengenai langkah Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang mendatangi Kementerian Hukum dan HAM untuk mendaftarkan hasil KLB.

Benny menegaskan tidak ada alasan bagi pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham untuk menerima kehadiran pengurus hasil KLB di Deli Serdang.

Benny beralasan pemerintah sebelumnya telah mengesahkannya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat. Hal itu berarti pengurus yang sah adalah hasil Kongres tahun 2020 silam.

Sumber: RMOL

Pemerintah Buka Peluang Investasi Miras, PKS: Negara Jangan Bahayakan Masa Depan Bangsa

Rencana Masjid Istiqlal Terbuka Bagi Non Muslim, Mardani: Harus Ada Aturan Main Dan Disiapkan Kurator

Andi Arief: Kalau Pemerintah Menyerah Hadapi Pandemi, Lambaikan Tangan Ke Kamera

Andi Arief: Moeldoko Tidak Menghilang, Yang Menghilang Hati Nuraninya