Komentari Kebijakan Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo Sebut Bahaya di Depan Mata

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

MediaPerjuangan.com – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyoroti kebijakan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Deklarator Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ini menilai, kebijakan pembentukan pasukan komponen cadangan (Komcad) itu sudah sesuai amanat Undang-undang.

“Karena memang kewajiban Departemen Pertahanan, berdasarkan Undang-Undang, adalah menyiapkan komponen cadangan,” ujar Gatot Nurmantyo di talk show kanal Youtube Akbar Faizal, Rabu (28/10) lalu.

“Jadi, rakyat itu sebenarnya punya hak dan kewajiban untk membela negara. Nah, bela negara ini perlu dilatih. Maka, Departemen Pertahanan ini membuat program,” sambungnya.

Gatot Nurmantyo mengatakan, program itu seharusnya sudah sejak lama dibuat. “Cuma, kan, tergantung kondisi ekonomi dan lain sebagainya karena bagaimanapun juga harus ada kebijakan pemerintah,” sebutnya.

Sementara, soal program Kementerian Pertahanan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) yang mencapai Rp1.760 triliun, Gatot Nurmantyo mengatakan hal itu mungkin sesuai dengan ancaman yang ada saat ini.

“Jadi zaman dahulu (sebelum era Prabowo) mungkin ancaman belum terlihat. Sekarang jelas di depan mata, kan? Laut China Selatan,” ucap Gatot Nurmantyo.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini dirinya memberikan saran kepada pemerintah tentang ancaman yang paling mungkin akan dihadapi dan langkah strategis yang harus dilakukan.

Selain itu, hal yang mungkin menjadi pertimbangan lain adalah kebutuhan pembaruan teknologi persenjataan mengingat saat ini perkembangan teknologi amat pesat.

“Pak Prabowo berpikiran menyampaikan kepada Presiden dan pemerintah menerima ini. Saya justru senang kalau Departemen Pertahanan punya anggaran yang banyak,” pungkas Gatot Nurmantyo.

Sumber: Genpi

Tantangan Jokowi Di Tahun 2021, Beranikah Tangkap Harun Masiku?

Diakui Dunia, Arief Poyuono: Masyarakat Harus Bangga di Era Jokowi Indonesia Jadi Presidensi G-20

Jika Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Posisi KSAD Bisa Diisi Dudung Abdurachman

Jokowi Tunjuk Andika Perkasa Jadi Calon Tunggal Panglima TNI