Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Tak Panik Beli Oksigen

Ridwan Kamil Sebut Tambahan COVID-19 Bisa 9 Ribu Kasus Pascapilkada

MediaPerjuangan.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat Jabar yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk tidak panik sehingga berlomba-lomba menstok tabung oksigen.

“Kita dahulukan kepada rumah sakit yang menurut kajian dokter dia perlu menggunakan tabung oksigen. Kalau yang isoman berasumsi sendiri untuk cadangan dan lain-lain, nanti menimbulkan kewalahan suplai untuk rumah sakit yang lebih darurat,” kata pria yang akrab disapa Emil itu, Kamis (1/7).

Emil menuturkan, saat ini Pemerintah Provinsi Jabar fokus memperbaiki manajemen distribusi oksigen ke sejumlah rumah sakit. Sebab, ada daerah yang mengalami defisit, tapi juga ada daerah yang surplus oksigen.

“Neraca antardaerah sedang kami perbaiki. Jadi secara provinsi memadai, tapi kalau ada satu daerah yang mengalami kekurangan, kita ambil dari daerah yang punya keluangan suplai oksigen,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jabar pun sudah menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Sarana untuk menyusun manajemen suplai oksigen bagi rumah sakit-rumah sakit di Jabar.

“Sudah kami tugaskan BUMD di Jabar, yaitu Jasa Sarana sebagai tim yang melakukan manajemen suplai dari oksigen untuk seluruh rumah sakit-rumah sakit di Jabar. Sehingga kami punya data, daerah mana yang kelebihan, daerah mana yang kekurangan, kita bisa subsidi silang melalui manajemen seperti ini,” tutur dia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 30 Juni 2021, ketersediaan oksigen rumah sakit di 20 daerah di Jabar mencapai 108.455.132 liter. Sedangkan kebutuhan oksigen sekitar 103.937.438 liter, sehingga Jabar surplus 4.517.694 liter oksigen.

Adapun daerah yang mengalami kekurangan ketersediaan oksigen, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kota Bandung, Kota Bogor, dan Kota Tasikmalaya.

Sumber: CNN Indonesia

Presiden Jokowi Resmi Berlakukan PPKM Darurat Pulau Jawa Dan Bali

Presiden Jokowi Resmi Berlakukan PPKM Darurat Pulau Jawa Dan Bali

Sri Mulyani Akui Ekonomi Islam Cocok Jadi Solusi Keluar Dari Middle Income Trap

Sri Mulyani Sayangkan Lonjakan Covid Saat Ekonomi Mulai Pulih