Ridwan Kamil Sebut Tambahan COVID-19 Bisa 9 Ribu Kasus Pascapilkada

Ridwan Kamil Sebut Tambahan COVID-19 Bisa 9 Ribu Kasus Pascapilkada

MediaPerjuangan.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyebutkan, lonjakan kasus positif COVID-19 pada Pilkada serentak 2020 di delapan daerah di Jawa Barat akan mampu mencapai 9 ribu kasus. Hal itu bisa terjadi karena masih adanya pelanggaran protokol kesehatan.

Delapan daerah itu di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran dan Kota Depok. Ridwan Kamil menjelaskan pada Senin, 7 Desember 2020 bahwa protokol kesehatan COVID-19 saat pencoblosan harus dipatuhi dengan ketat.

“Kepada petugas, semua pihak agar menaati buktikan pilkada sukses tanpa menimbulkan kasus. Kalau dilanggar, hitungan kita potensi bisa sampai 9 ribu kasus baru,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat.

Ridwan Kamil meminta petugas pilkada maupun pemilih harus belajar dari lonjakan kasus positif saat libur panjang. “Libur panjang ini menunjukkan ketidakdisiplinan berbuah pada peningkatan masuk. Kuncinya 3M,” kata dia.

Karena itu, Emil, sapaan Ridwan Kamil, memastikan prosedur penegakan protokol kesehatan berjalan ketat mulai dari petugas tingkat TPS. Jika ada petugas yang reaktif rapid test maka akan diganti. Berkaca dari kasus Kabupaten Bandung terdapat petugas reaktif COVID-19.

“Prosedurnya kita reaktif rapid aja diganti, jadi yang 90 itu masuk kelompok yang diganti. Kan nggak bisa nunggu, maka prosedurnya, orang yang reaktif ini langsung diganti,” katanya.

“Hal itu menunjukkan bahwa yang diantisipasi memang sudah sangat baik, bahwa kita tidak mengetes semua pencoblos, yang kita coblos adalah petugas, screening-nya melalui rapid,” ujarnya.

Sumber: Viva.co.id

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Menaker: Buruh Bekerja di Hari Pemungutan Suara Berhak Dapat Upah Lembur

5 Acara Kompetisi Memasak Yang (Pernah) Ada di Indonesia, Mana yang Terbaik?