Seusai Deklarasi Capres, Relawan Anies Siap Keliling Indonesia

Pilpres 2024, Anies Tetap Jadi Primadona Bagi Oposisi Untuk Dicapreskan

MediaPerjuangan.com – Relawan yang tergabung dalam Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies) siap menjadi wadah bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk berkeliling Indonesia. Hal ini merupakan langkah lanjutan setelah melakukan deklarasi Anies menjadi calon presiden 2024 di Gedung Juang, Jakarta Pusat, Rabu (20/10/2021) siang.

“Pak Anies kan menyampaikan bahwa pascabeliau sebagai Gubernur DKI di Oktober 2022 nanti beliau kan akan jalan keliling Indonesia. Nah, bagaimana Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera juga menjadi wadah beliau untuk keliling Indonesia,” ujar salah satu deklarator Aliansi La Ode Basir saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Basir mengatakan, langkah ini dilakukan setelah Anies menyelesaikan masa jabatannya menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2022 mendatang. Relawan, kata dia, juga akan memperkuat basis yang sudah terbentuk di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

“Tentu kita akan memperkuat jaringan basis-basis masa seluruh wilayah Indonesia, dari kota sampai pedesaan,” tandas dia.

Basir menegaskan, relawan Anies yang lahir pada 2018 lalu, sudah memiliki jaringan di seluruh Indonesia. Dia mengaku sebenarnya relawan ini juga mendukung Anies menjadi capres di Pilpres 2018, tetapi mereka menghormati komitmen Anies untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta selama satu periode sebagaimana amanah dari warga Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membocorkan rencananya setelah mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2022 mendatang.

Menikmati Hidup

Anies mengaku akan menikmati hidup dengan berkeliling ke Indonesia setelah melepaskan jabatannya sebagai orang nomor 1 DKI Jakarta.

“Jadi habis itu (setelah masa jabatannya), kalau sudah, saya keliling saja ke mana-mana di Indonesia,” ujar Anies dalam acara Workshop Nasional DPP PAN yang disiarkan di Youtube PAN TV, Rabu (6/10/2021).

Anies mengibaratkan menjadi Gubernur DKI Jakarta seperti tahanan kota. Pasalnya, setiap pertemuan nasional, dia tidak bisa ke mana-mana karena semuanya diselenggarakan di Jakarta. Termasuk, jika para gubernur menghadap presiden atau mendagri, dia tinggal menyeberang Monas menuju Istana Negara atau kantor Kemdagri.

“Gubernur DKI itu nama resminya, nama senyatanya adalah tahanan kota karena tidak bisa pergi-pergi. Saya ini terakhir ke Bali mungkin 2 tahun, bukan karena penutupan saja, karena memang tugas Gubernur DKI Jakarta itu, ada pertemuan nasional pun tinggal menyebrang Monas. Dipanggil Presiden pun, semua gubernur dipanggil, tinggal menyebrang Monas. Kementerian Dalam Negeri mengumpulkan, tinggal menyebrang Monas,” ungkap dia.

Dalam sisa masa jabatannya, Anies akan memberikan yang terbaik dengan menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang mesti dilakukan dalam 5 tahun ini. Hal ini penting, kata dia, agar masyarakat percaya pada demokrasi dan mempertanggungjawabkan apa yang dipercayakan kepadanya.

“Saya hanya berharap semua yang dikerjakan di sini tuntas sehingga orang percaya pada proses demokrasi. Karena saya ini calon gubernur yang tidak sengaja jadi calon gubernur. Saya tidak pernah membayangkan bahwa akan menjadi calon gubernur Jakarta. Dan yang bekerja untuk proses pemenangan kemarin barangkali banyak bapak ibu sekalian yang ikut terlibat,” tutur Anies.

“Yang iurannya luar biasa, iuran tenaga. Jadi yang ada dalam benak saya adalah ini dituntaskan, bisa lapor kepada umat, kepada masyarakat, amanat sudah dijalankan dengan baik. Tuntas. Nah sesudah itu saya jadi orang bebas. Sambil orang bebas saya menikmati keliling ke mana-mana,” pungkas Anies menambahkan.

Sumber: Beritasatu

2 Tahun Jokowi-Maruf, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ingkari Janji terhadap Rakyat

2 Tahun Jokowi-Maruf, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ingkari Janji terhadap Rakyat

Arief Poyuono Tuding Elite Penolak Presiden 3 Periode Tak Nasionalis

Arief Poyuono: Kereta Cepat Dibela-belain, Kok Garuda Dipailitkan!