Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini

Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini

MediaPerjuangan.com – Munculnya wacana Poros Partai Islam atau Poros Islam di Pemilu 2024 setelah pertemuan antara petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ditanggapi salah satu inisiator Partai Ummat Agung Mozin. Kata dia, rencana itu baik tapi harus didukung fakta-fakta yang objektif dengan posisi masing-masing partai saat ini

“Saya nggak paham dengan wacara Poros Partai Islam di 2024 yang dilakukan oleh PPP yang pro pemerintah dengan PKS yang menjadi agak oposisi kepada pemerintah. Saya memaknai pertemuan tersebut sebagai potret kepanikan dari PPP saja yang sudah ditinggalkan oleh pendukungnya,” kata Agung kepada SINDOnews, Kamis (15/4/2021).

Bang Amoz, sapaan akrab Agung Mozin, lantas mengingatkan kepada pemilih dalam hal ini umat Islam agar jeli membedakan mana loyang mana emas pada Pemilu 2024.

“Rakyat sedang menunggu Partai Ummat sebagai partai alternatif yang menyuarakan hati dan pikiran umat Islam yaitu berdiri tegak lurus menyuarakan ketidakadilan dan kezaliman bahkan rasa takut yang menyelimuti perasaan umat Islam,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi menyampaikan, partainya membuka peluang membentuk Poros Islam di Pemilu 2024. Hal itu diungkapkannya seusai menggelar pertemuan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Itu ide bagus, jadi PKS prinsipnya partai yang visinya rahmatan lil ‘alamin. Kita akan menyambut siapa pun yang akan bergabung dengan kita dan akan kita menyatukan kerja sama besar kita dengan partai lain,” kata Aboe di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021).

Sumber: Sindonews

Rocky Gerung: Demokrasi Itu Mengurus Rakyat, Bukan Memerintah

Ramai Politisi Ikut Vaksin Nusantara, Rocky Gerung: Terlihat Ada Semacam Pemberontakan Diam-diam

Netizen Ke Sandiaga: Sekarang Kok Omongan Bapak Susah Dipahami

Netizen Ke Sandiaga: Sekarang Kok Omongan Bapak Susah Dipahami