Survei: Anies Baswedan Paling Diinginkan Jadi Capres 2024, Kalahkan Prabowo dan Ridwan Kamil

Jaga Peluang Capres 2024, Anies Diminta Waspadai Berbagai Jebakan Politik

MediaPerjuangan.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi tokoh dari kalangan politisi yang paling diinginkan menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan umum (pemilu) 2024, berdasarkan survei yang dilakukan platform Nyari Presiden (Nyapres 2024).

Nyapres 2024 melakukan survei online nasional yang dilakukan melalui wawancara secara online.

Kuisioner disebarkan melalui jejaring media sosial di iklan Facebook dengan pilihan kategori penerima iklan sesuai sebaran provinsi responden dan berusia minimal 17 tahun.

Jumlah responden dipilih secara acak dengan memperhatikan proporsionalitas jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Survei mengambil sampel 1.310 responden yang tersebar di 32 propinsi dalam kurun waktu 17 April hingga 10 Mei 2021. Margin of error +/- 2,8% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

Ada 5 nama dari kalangan politisi yang masuk nominasi capres dalam survei Nyapres 2024.

Kelima nama itu adalah Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hasil survei menunjukkan Anies Baswedan sebagai tokoh yang paling diinginkan menjadi capres untuk 2024 dengan perolehan suara 45,42 persen.

Peringkat kedua diisi oleh Ganjar Pranowo dengan perolehan suara 12,98 persen.

Prabowo Subianto menempati peringkat ketiga dengan suara 4,66 persen. Ridwan Kamil ada di peringkat keempat dengan perolehan 4,27 persen.

AHY menduduki peringkat kelima dengan perolehan suara 3,13 persen. Sisanya masuk ke nama-nama lain di luar 5 besar.

Sebelum menjabar sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Sumber: PikiranRakyat

HNW: PBNU Dan Muhammadiyah Sudah Menolak, Baiknya Presiden Tarik Perpres Miras

Menyongsong 2024, PKS: Pilpres Paling Ideal Itu Seperti 2004 dan 2009

Dekat Dengan Raja Salman

Dekat Dengan Raja Salman, Disayangkan Jika Presiden Jokowi Tidak Perjuangkan Kuota Haji